9 Tes Kesehatan Kejaksaan yang Wajib Diketahui Calon ASN

tes kesehatan kejaksaan
DAFTAR ISI

Tes kesehatan adalah salah satu tahap krusial dalam seleksi CPNS Kejaksaan. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk menilai kondisi fisik dan kesehatan peserta, tetapi juga untuk memastikan bahwa calon pegawai memiliki standar kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang apa saja yang terlibat dalam tes kesehatan Kejaksaan, serta beberapa tips untuk mempersiapkannya.

Tes Kesehatan Kejaksaan Apa Saja?

Tes kesehatan Kejaksaan CPNS termasuk dalam kategori SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) non-CAT (Computer Assisted Test).

Ini berarti bahwa hasil tes kesehatan kejaksaan ini bersifat gugur, jika terdapat masalah kesehatan yang signifikan, bisa mengakibatkan kegagalan dalam seleksi meskipun Anda telah lolos tes-tes lainnya.

tes kesehatan kejaksaan
Source image: rsjdahm.kaltimprov.go.id

1. Tes THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan)

Tes kesehatan kejaksaan yang pertama ialah Tes THT bertujuan untuk memeriksa kesehatan bagian telinga, hidung, dan tenggorokan peserta.

Pemeriksaan ini umumnya tidak terlalu rumit, namun sangat penting untuk memastikan tidak ada masalah yang bisa mempengaruhi performa peserta dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Pastikan untuk menjaga kebersihan telinga dan memperhatikan gejala seperti amandel yang membesar sebelum tes.

2. Tes Darah

Tes kesehatan kejaksaan yang kedua ialah Tes darah, tes ini dilakukan untuk mengevaluasi berbagai parameter kesehatan seperti kadar gula darah, kolesterol, dan fungsi organ tubuh lainnya.

Sebelum tes, disarankan untuk menjaga pola makan yang sehat, menghindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi, gula berlebih, dan makanan yang digoreng.

Mengonsumsi makanan yang dikukus, seperti tahu dan tempe, serta banyak minum air putih dapat membantu memastikan hasil tes darah yang optimal.

3. Tes Urin

Tes kesehatan kejaksaan yang berikutnya ialah Tes urin, tes ini digunakan untuk mendeteksi apakah peserta mengonsumsi narkotika atau tidak.

Baca:   Pelajari Kumpulan Contoh Soal SKD CPNS 2023 dan Pembahasan

Minum banyak air putih sebelum tes dapat membantu menghasilkan urin yang lebih baik dan mengurangi risiko hasil tes yang merugikan.

4. Tes Tinggi Badan dan Berat Badan

Tes kesehatan kejaksaan yang selanjutnya tentu saja terkait dengan Tes tinggi badan dan berat badan, tes ini dilakukan untuk memastikan bahwa peserta memenuhi syarat fisik yang ditentukan.

Pengukuran tinggi badan dan berat badan dilakukan dengan alat yang terpisah, yaitu timbangan digital dan alat ukur tinggi badan.

Meski terdapat rumor mengenai pengurangan tinggi badan, banyak peserta melaporkan bahwa alat ukur yang digunakan selama tes akurat.

Namun, jika tinggi badan Anda mendekati batas minimal (160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita), sebaiknya pastikan Anda berada di atas batas tersebut.

5. Tes Tekanan Darah

tes kesehatan cpns kejaksaan
Source image: rsjdahm.kaltimprov.go.id

Tes kesehatan kejaksaan yang berikutnya yang tidak kalah penting ialah tes tekanan darah yang bertujuan untuk memeriksa apakah tekanan darah peserta berada dalam batas normal.

Tekanan darah yang ideal biasanya tidak lebih dari 120/80 mmHg. Sebaiknya, peserta tidak dalam keadaan tegang atau grogi saat tes untuk menghindari hasil yang tidak akurat.

6. Tes EKG (Elektrokardiogram)

Tes kesehatan kejaksaan yang berikutnya ialah Tes EKG, tes ini dilakukan untuk memeriksa kesehatan jantung dengan merekam aktivitas listrik jantung.

Peserta akan diminta untuk melepas pakaian bagian atas dan alat EKG akan dipasang di tubuh untuk memantau detak jantung. Penting untuk tetap tenang selama tes ini agar hasilnya tidak dipengaruhi oleh stres.

7. Tes Varikokel, Tato, Tindik, dan Ambeien

Tes ini meliputi pemeriksaan terhadap adanya varikokel (pembengkakan pembuluh darah di skrotum), tato, tindik, dan ambeien.

Baca:   Akhirnya Terjawab! Kapan CPNS Dibuka? BKN: 20 Agustus!

Pemeriksaan ini dilakukan oleh petugas medis yang sesuai dengan jenis kelamin peserta untuk menjaga kenyamanan.

Adanya tato atau tindik, selama tidak berlebihan, umumnya tidak mempengaruhi hasil tes. Namun, varikokel dan ambeien yang signifikan dapat menjadi perhatian.

8. Tes Mata

Tes mata meliputi pemeriksaan buta warna, juling, dan mata minus. Buta warna adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi, sedangkan mata minus umumnya tidak menjadi halangan jika tidak mempengaruhi fungsi penglihatan secara signifikan.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta tidak mengalami gangguan penglihatan yang bisa mempengaruhi kinerja.

9. Tes Paru-Paru

tes kesehatan cpns kejaksaan
Source image: rsjdahm.kaltimprov.go.id

Tes kesehatan kejaksaan yang berikutnya ialah Tes paru-paru, tes ini dilakukan untuk memeriksa kesehatan paru-paru, terutama bagi mereka yang merupakan perokok berat.

Pemeriksaan ini biasanya menggunakan rontgen paru-paru untuk memastikan tidak ada masalah serius seperti penyakit paru-paru kronis.

Persiapan Tes Kesehatan Kejaksaan

Persiapan yang baik dapat membantu Anda melalui tes kesehatan kejaksaan dengan lancar. Berikut beberapa tips:

  • Perhatikan Pola Makan: Jaga pola makan Anda, hindari makanan yang tidak sehat beberapa minggu sebelum tes.
  • Cukupi Kebutuhan Cairan: Minum banyak air putih untuk membantu hasil tes urin dan tekanan darah.
  • Jaga Kesehatan Mental: Tetap tenang dan tidak grogi selama tes untuk hasil yang lebih baik.
  • Cek Kesehatan: Sebelum tes, periksa kesehatan Anda sendiri dan konsultasikan jika ada masalah yang mengkhawatirkan.

Frequently Asked Questions (FAQ) Tes Kesehatan Kejaksaan

Apakah mata minus atau memakai kacamata otomatis gugur dalam tes kesehatan Kejaksaan?

Penggunaan kacamata atau mata minus tidak langsung menggugurkan untuk sebagian besar formasi teknis dan administratif di Kejaksaan RI, asalkan masih dalam batas toleransi visus yang dapat dikoreksi dan bukan buta warna (parsial maupun total). Namun, untuk formasi operasional dan lapangan tertentu seperti Petugas Pengawal Tahanan, terdapat batas toleransi minus/silindris maksimal yang disyaratkan secara ketat.

Baca:   Soal TIU 100% Pasti keluar di Tes CPNS 2024!

Apakah pelamar yang memiliki tato atau bekas tindik boleh mendaftar CPNS Kejaksaan?

Ketentuan seleksi CASN Kejaksaan RI mewajibkan pelamar tidak bertato/tidak memiliki bekas tato dan tidak bertindik/tidak memiliki bekas tindik di bagian tubuh manapun bagi pria (serta tidak lebih dari satu tindik wajar di telinga untuk wanita), kecuali yang disebabkan oleh ketentuan adat atau agama resmi yang disertai surat keterangan sah.

Apakah hasil tes kesehatan SKB Kejaksaan bersifat mutlak menggugurkan?

Ya, pemeriksaan kesehatan CPNS Kejaksaan merupakan bagian dari SKB non-CAT yang menggunakan sistem gugur dengan kategori Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Temuan medis signifikan seperti kelainan kardiovaskular berat, buta warna, infeksi paru aktif (TBC), varikokel berat stadium lanjut, atau positif narkotika akan langsung menyebabkan peserta dinyatakan gugur.

Berapa standar tinggi badan dan berat badan (BMI) minimal untuk formasi Kejaksaan?

Persyaratan umum tinggi badan untuk CPNS Kejaksaan RI adalah minimal 160 cm bagi pria dan 155 cm bagi wanita. Selain tinggi badan, proporsionalitas Body Mass Index (BMI) ideal antara 18,5 hingga 25 menjadi standar penilaian tim medis untuk memastikan kesiapan fisik calon abdi negara.

Dengan memahami dan mempersiapkan diri untuk tes kesehatan Kejaksaan, Anda dapat meningkatkan peluang untuk lulus dan melanjutkan ke tahap berikutnya dalam proses seleksi CPNS.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda dalam persiapan tes kesehatan kejaksaan.

Picture of Akhmad Furqan Dzulkarnain
Akhmad Furqan Dzulkarnain

Ebook Gratis!!

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi CPNS/ PPPK/ Sekolah Kedinasan/ TNI/ POLRI terbaru  langsung di Email-mu

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Post Terbaru